21 Jun 2013

Manusia Hobbit Di Pulau Komodo

Tahun 2003, temuan adanya manusia Hobbit di Flores cukup menggemparkan karena banyak dilansir oleh jaringan televisi dan kantor berita dunia. Fosil manusia purba tersebut kemudian diidentifikasikan sebagai Homo Florensiesis. Penelitian sendiri tergolong kontroversial karena diumumkan secara sepihak oleh University of New England di Indonesia tanpa didampingi peneliti asal Indonesia.

Manusia Hobbit Di Pulau Komodo

Hobbit dari Flores ini digambarkan memiliki tinggi 1 meter dan ditaksir hidup sekitar 18.000 tahun lalu. Para ilmuwan terus menyelidiki dengan temuan fosil ini terutama mengenai ciri fisiknya, seperti tengkorak asimetris, dagu yang kecil, bahu dan bentuk gigi yang abnormal. Dari sini kemudian muncul dugaan bahwa manusia hobbit adalah bentuk spesies baru atau manusia yang terserang epnyakit microcephaly, dimana penyakit ini akan membatasi perkembangan tubuh baik itu di otak dan maupun bentuk tubuh. Namun sebagian ilmuwan berpendapat bahwa bentuk kecil dari manusia Hobbit ini lebih disebabkan karena memang terisolasi. Otak mereka bahkan berukuran 380 cm kubik dan merupakan sebuah fenomena yang menakjubkan.
Penelitian yang dilakukan oleh Michael Morwood dari University of New England di Liang Bua itu juga menemukan perkakas batu manusia purba. Perkakas ini mirip dengan penemuan di Sangiran, Jawa Tengah yang dikenal digunakan oleh manusia purba Homo Erectusm, yang lebih dulu punah sekitar 800.000 tahun yang lalu. Penemuan yang unik juga terdapat pada ukuran pergelangan tangan dan lengan bagian atas. Richard Potts, peneliti dari Washington D.C mengatakan bahwa ciri fisik tersebut bukan abnormal manusia modern. Ini semakin menarik karena ada ukuran manusia Hobbit pada era manusia modern.
Penelitian di Liang Bua ini bukan kali pertama dilakukan. Sejak tahun 30 sampai 50-an tercatat dua penelitian, terutama yang dilakukan oleh Th. Verhoeven yang menemukan beberapa tulang. Ia juga menemukan rangka dengan ukuran pendek di goa lainnya. Homo Floresiensis diduga telah mendiami pulau Komodo pada masa manusia Indonesia modern sejak 95.000 – 13.000 tahun silam.
Yang masih menjadi misteri adalah sebab musabab manusia Hobbit ini punah. Dugaan sementara lebih kepada letusan gunung berapi di sekitar Nusa Tenggara Timur, termasuk letusan maha dasyat gunung Tambora di kawasan Sumbawa sekitar tahun 1815 yang mengakibatkan ledakan panasnya melubangi atmosfer bumi dan mempengaruhi iklim dunia. Puluhan populasi yang berada di sekitarnya tewas dan konon, hanya puluhan spesies Komodo yang selamat.

sumber: book :misteri-misteri yang paling bikin penasaran

No comments:

Post a Comment

Followers