21 Jun 2013

Misteri angka dalam bahasa indonesia

"Menghitung adalah bagian tak terlepaskan dari kognisi manusia – Edward Gibson"
Angka dan bahasa tidak bisa dipungkiri berperan besar dalam sebuah peradaban manusia. Bisa dibayangkan bagaimana hebatnya suku Maya dan Aztec karena telah menggunakan sistem penghitungan dengan 3 set grafik notasi berbeda yakni:
  1. Dengan titik dan garis.
  2. Dengan fitur antropomorfik
  3. Dengan Simbol

Cara manusia menghitung secara alami adalah dengan penggunaan jari-jari tangan yang berjumlah sepuluh. Itulah sebabnya mengapa sistem perhitungan yang digunakan saat ini menggunakan bilangan berbasis 10. Dari bukti sejarah, sistem hitung yang paling awal terdiri dari simbol berulang yang masing-masing terdiri dari sepuluh, kemudian diikuti oleh pengulangan simbol untuk satu. Contohnya bisa ditemukan pada angka-angka yang digunakan saat ini seperti 1 sampai 10. Atau angka 11 sebagai simbol bilangan satu yang diulang, dan dianggap penanda 11 adalah 10 + 1. Juga bisa dilihat pada bilangan romawi, angka 21 dilambangkan menjadi XXI. Ini karena simbol angka 10 diulang lalu dimulai lagi dari angka 1 sebagai penanda 21 yaitu 10 + 10 + 1.
Di Mesir, sejak sekitar 3.000 tahun sebelum Masehi, bukti sejarah yang ditemukan menyebutkan bahwa angka 1 (satu) disimbolkan sebagai garis vertikal, sedangkan 10 dilambangkan dengan Caret (^). Bila kita sukar mengartikannya menjadi 22, mari kita bandingkan angka tersebut dengan simbol romawi XXII. Angka Romawi tersebut pada dasarnya adalah adaptasi dari sistem Mesir dan sampai sekarang masih kita gunakan.
Para peneliti kemudian berkesimpulan bahwa orang sudah mulai bisa menghitung setelah penggunaan bahasa berkembang. Beberapa tokoh pun berandil besar menerjemahkan ilmu berhitung, antara lain Pythagoras Of Samos (6 SM), Al-Khawarizmi (750-850 M), dan Fibonacci(1170-1250).
Orang Indonesia tentu saja memiliki bahasa kebanggaan tersendiri yang terus dijaga kelestariannya, meski beberapa tahun terakhir banyak menyerap kata-kata yang bisa dibliang asing yang dipengaruhi oleh pesatnya media informasi terutama internet. Sejarah Bahasa Indonesia sendiri boleh dibilang panjang, dimulai dari proses mengadaptasi bahasa Melayu hingga beberapa penyempurnaan ejaan mulai dari Ejaan Van Ophuijsen, Ejaan Republik, Ejaan Melindo, hingga Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan.

Ada yang menarik pada angka-angka yang terdapat dalam bahasa Indonesia. Secara berurutan angka 1-10 adalah Satu, Dua, Tiga, Empat, Lima, Enam, Tujuh, Delapan, Sembilan dan Sepuluh. Jika kita jumlahkan angka yang huruf awalnya sama maka akan menghasilkan angka alami jumlah jari tangan manusia, yaitu Sepuluh! Tidak percaya? Silahkan simak penjumlahan di bawah ini:
Berlawanan Huruf S = Satu + Sembilan = Sepuluh.
Berlawanan Huruf D = Dua + Delapan = Sepuluh.
Berlawanan Huruf T = Tiga + Tujuh = Sepuluh.
Berlawanan Huruf E = Empat + Enam = Sepuluh.
Berlawanan Huruf L = Lima + Lima = Sepuluh.
Silakan lanjutkan terus angka Enam, Tujuh, Delapan, Sembilan dan Sepuluh. Maka hasilnya selalu saja mengandung huruf Abjad permulaan yang sama dengan hasil yang sama pula, yaitu Sepuluh!

No comments:

Post a Comment

Followers